Categories
Uncategorized

Dugaan Pengaturan Skor di Liga 3 Jawa Barat

Dugaan Penilaian Dugaan di Liga 3 Jawa Barat – Unit Anti Mafia Bola (Satgas) berhasil menangkap 6 orang yang diduga terlibat langsung dalam memperbaiki kasus Liga 3. .

Saat ini, 6 tersangka masih dalam tahap penyelidikan polisi. Gugus tugas bahkan mencurigai keterlibatan anggota Exco PSSI dalam masalah ini. Jika terbukti bersalah, keenam tersangka akan dihukum maksimal 5 tahun penjara dan denda puluhan juta rupiah.

Tangkap 6 orang

Setelah lama tidak didengar, Satuan Tugas Anti Mafia Ball telah kembali beraksi dalam beberapa bulan terakhir. Pada akhir Oktober lalu, mereka telah menangkap sembilan orang setelah pertandingan antara Badak Lampung dan Persela Lamongan. Sembilan orang ditangkap di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya. Mereka diduga terlibat dalam kasus pengaturan pertandingan dalam pertandingan antara Badak Lampung dan Persela hari itu.

Namun, setelah diselidiki lebih lanjut, tidak ada bukti pelanggaran yang dimaksud, jadi semuanya dibebaskan lagi.

Satu bulan kemudian, kelompok yang ditugaskan untuk memberantas kasus pengaturan skor pindah lagi. Mereka berhasil menangkap 6 orang di Jawa Barat pada Senin (25/11). Keenam tersangka tersebut diduga melakukan transaksi untuk mengatur hasil pertandingan Liga 3 antara Perses Sumedang dan Persikasi Bekasi.

Dari 6 tersangka, seorang pria dengan inisial DSP bertindak sebagai wasit utama dalam pertandingan Perses melawan Persication. Lalu ada DS, salah satu anggota PSSI di bagian tugas wasit. Tiga manajer klub Persication dengan inisial SHB, BTR, dan HR. Dan lelaki berinisial MR yang bertindak sebagai perantara yang memperlancar hubungan antara manajemen Persication dan wasit.

Semua tersangka diduga berkolaborasi untuk memenangkan Persication sehingga klub yang berbasis di Bekasi masuk ke League 2 musim depan. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Ahmad Yani, Sumedang, berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan Persikasi.

Keterlibatan Orang Dalam

Hingga saat ini polisi masih meminta sejumlah informasi dari keenam orang tersebut. Sejauh ini, Kepala Satuan Tugas Anti Mafia Bola, Hendro Pandowo, masih menetapkan 2 tersangka utama, yaitu SHB sebagai manajer Persication dan DSP yang bertindak sebagai wasit.

Dari informasi yang diberikan oleh tersangka, faktanya adalah bahwa manajer Persication menawarkan 12 juta rupiah ke pengadilan. Transaksi ini dibantu oleh MR sebagai perantara.

Selain enam orang yang telah ditangkap, Satuan Tugas Anti Mafia Bola saat ini sedang mencari keberadaan KH dan HN. Kedua orang tersebut adalah anggota Komite Eksekutif PSSI (Exco) yang bertugas di wilayah Jawa Barat. Keduanya diburu karena diduga terlibat dalam kasus pengaturan pertandingan Perses melawan Persication.

Didukung oleh Berbagai Pihak

Penangkapan 6 tersangka mak comblang di Jawa Barat oleh Satuan Tugas Anti Mafia Bola mendapat dukungan penuh dari beberapa pihak. Salah satunya adalah Asprov PSSI Jawa Barat. Mereka mendukung Satuan Tugas untuk memberantas jaringan individu yang mencoba melanggar aturan permainan adil dalam sepak bola.

Tommy Apriantono sebagai Ketua PSSI Asprov Jawa Barat meminta Satgas untuk menggali lebih dalam kasus dugaan pengaturan pertandingan. Dia juga menekankan bahwa dia tidak akan menutupi jika ada dugaan kasus yang sama di Jawa Barat. Ini akan bekerja sama dengan Satuan Tugas.

Tommy juga menekankan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut bergerak atas nama individu, bukan atas nama PSSI. Dia menyesalkan kasus yang terjadi di sepakbola Jawa Barat saat ini. Sedangkan Asprov PSSI Jawa Barat sebelumnya telah mengadakan beberapa pertemuan untuk membahas pencegahan kasus suap di dunia sepakbola.

Tommy menegaskan bahwa insiden itu merupakan inisiatif dari masing-masing individu, karena pihaknya telah berupaya untuk mencegahnya. Ia berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, terutama yang berjuang di dunia sepakbola profesional.

Dia mengatakan dia sepenuhnya menyerahkan proses pemeriksaan kepada Satuan Tugas Anti Mafia Ball. Dalam kasus ini, keenam tersangka yang ditangkap diancam dengan pasal-pasal UU Suap No. 11 tahun 1980 dan juga pasal 55 KUHP.

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mereka menghadapi hukuman pidana selama maksimal 5 tahun. Selain itu, tersangka juga diharuskan membayar denda kepada pemerintah puluhan juta rupiah.

BACA JUGA: PREDIKSI SEPAK BOLA

Posting Dugaan Skor Pertandingan di Liga Jawa Barat 3 muncul pertama kali di Antibola.com.